Menteri ESDM Klaim Realisasi Kebijakan Pencampuran Biodiesel Pada B20 Mencapai 65%

Menteri ESDM Klaim Realisasi Kebijakan Pencampuran Biodiesel Pada B20 Mencapai 65%

Kabar5.Com, Jakarta | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengklaim realisasi kebijakan pencampuran 20 persen biodiesel pada BBM jenis Solar (B20) mencapai 60 persen – 65 persen, 18 Oktober 2018.

“Sampai pekan lalu progresnya sekitar 60-65 persen. Harapannya pelan-pelan sampai 100 persen. Kami dorong terus karena sudah ada aturannya,” ujarnya di Bandung, pada Rabu, 17 Oktober 2018 kemarin.

 

Menurut Jonan, penerapan kebijakan B20 sudah berlangsung selama dua tahun. Namun, awalnya, hanya mencakup solar PSO (public service obligation) yang kemudian meluas ke non-PSO.

 

“Yang sekarang, PSO dicampur, termasuk juga non-PSO, yaitu gas oil yang cetane number-nya 48 yang jumlahnya mencapai 14,5 juta kiloliter (KL) setahun,” katanya.

 

Ia menyebut bahwa gap konsumsi bahan bakar harus segera ditutup. Terlebih, produksi minyak bumi tak mudah untuk dinaikkan.

 

“Bahan bakar kita harus diubah menjadi bahan bakar ramah lingkungan, karena tak bisa gunakan bahan bakar fosil sepanjang masa,” terang Jonan.

 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Djoko Siswanto bilang PT Pertamina (Persero) sudah merealisasikan kebijakan B20 sebanyak 80 persen.

 

Ia juga optimistis perusahaan minyak pelat merah tersebut mampu mengimplementasikan aturan B20 secara penuh pada akhir tahun. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.