Niat Baik Tegur Pembuangan Sampah Malah Dimarahi

Niat Baik Tegur Pembuangan Sampah Malah Dimarahi

Kabar5.Com, Palembang | Pemandangan tidak sedap terlihat di Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan, tepat di Seberang Ulu. Hampir setiap pagi tumpukan sampah di lokasi dikeluhkan warga. Anehnya, warga yang buang sampah ditegur tapi malah marah, 17 September 2018.

Pemandangan sampah yang berserakan seakan jadi hal yang lumrah. Bahkan kesadaran warga di Palembang pun dinilai masih kurang.

 

Pada pagi hari, sampah terlihat berserak bukan hanya di Ampera saja. Tetapi juga di daerah seberang Ilir dan Benteng Kuto Besak sebagai kawasan wisata. Bahkan di beberapa ruas jalan di Palembang tak luput jadi tempat pembuangan sampah.

 

Khusus di bawah Ampera, warga terlihat santai menbuang sampah meskipun ada petugas Dinas Lingkungan Hidup. Tidak ada tong sampah menjadi alasan warga tetap membuang sampah.

 

“Tak ada tong sampah dekat rumah, kalau pun ada pasti nantinya tidak akan ada petugas yang ngangkut. Sepertinya semua alasan warga sama,” kata seorang warga, Heni.

 

Berbagai macam kotoran rumah tangga ditumpuk di lokasi 1 Ulu. Bahkan warga 12 Ulu yang sudah memiliki TPA sendiri sengaja datang membuang sampah.

 

Di antara tumpukan sampah itu, terlihat ada beberapa pemulung memisahkan sampah yang masih bisa dimanfaatkan. Baik untuk makan ternak, maupun dijual kembali kepada pengepul.

 

“Sampah ini bukan hanya milik warga di 1 Ulu saja, ada juga warga dari kawasan Naga Suwidak yang buang sampah di 1 Ulu ini. Yang jelas kesadaran warga pun kurang,” kata Kepala UPTD Seberang Ulu 1 DLHK Palembang, Syarif.

 

Sebagai pananggungjawab kebersihan di daerah Ulu, Syarif mengaku sampah itu selalu diangkat pada pagi dan sore hari. Dalam sehari ada 4-5 truk sampah yang dihasilkan di tempat tersebut.

 

“Pagi diangkut pakai truk, nanti sorenya diangkut lagi. Kurang lebih 4-5 truk tiap hari sampah diangkut dari sini. Bahkan kadang petugas berdiri di sini saja warga tetap buang sampah,” kata Syarif.

 

“Saya pernah tegur warga yang buang sampah, eh malah saya dimarahain sama yang buang sampah. Jadi kalau begini yang salah siapa? Padahal kalau bersih ya sama-sama dinikmati,” imbuh Syarif menceritakan sulitnya menyadarkan warga. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.