Polisi Gagalkan Penjualan 4 Kucing Hutan

Polisi Gagalkan Penjualan 4 Kucing Hutan

Kabar5.Com, Kalimatan Barat | Polda Kalimantan Barat menggagalkan upaya penjualan 4 kucing hutan (Prionsilurus bengalensis) yang dilindungi UU. Penjual satwa langka tersebut ditetapkan menjadi tersangka, 15 September 2018.

Kasus ini bermula pada Kamis, 13 September 2018 lalu saat polisi mengecek dan memeriksa toko Novani milik tersangka berinisial YS di Kabupaten Mempawah. Keempat kucing hutan itu disimpan di dalam kurungan dan akan dijual kembali seharga Rp 200.000 per ekor.

 

YS ditangkap dan dibawa ke Mapolda Kalbar. Empat ekor kucing hutan turut diamankan sebagai barang bukti.

 

“Barang bukti 4 ekor kucing telah kami titipkan di kantor BKSDA Kalbar wilayah 8 Pontianak untuk dirawat selama proses sidik,” ujar Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono dalam keterangannya, pada Jumat, 14 September 2018 kemarin.

 

YS disangkakan Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Terkait kasus ini, polisi mengingatkan akan menindak oknum yang melakukan jual-beli satwa langka yang dilindungi UU.

 

“Sebab, satwa liar berada di habitatnya di alam liar. Bukan diperjualbelikan atau memelihara. Kalau sayang binatang, bukan memelihara, tapi dilestarikan,” ujar Didi. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.