Rencana Jokowi Cairkan Dana Kelurahan Disambut Baik Beberapa Lurah di Jakarta

Rencana Jokowi Cairkan Dana Kelurahan Disambut Baik Beberapa Lurah di Jakarta

Kabar5.Com, Jakarta | Rencana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mencairkan dana kelurahan pada Januari 2019 disambut baik sejumlah lurah di DKI Jakarta. Beberapa lurah mengatakan dana tersebut diharapkan bisa difungsikan untuk pembangunan sejumlah infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat, 23 Oktober 2018.

Salah satunya Lurah Kampung Melayu, Jakarta Timur, Setiyawan. Menurut dia jika terealisasi, pihaknya akan mengalokasikan dana kelurahan itu untuk peningkatan kualitas sanitasi warga.

 

Pasalnya dari sembilan rukun warga (RW) yang ada, masih banyak warga yang tinggal di wilayah Kampung Melayu tidak memiliki septic tank. Setiyawan menyebut banyak dari warganya tersebut yang masih mengalirkan limbah manusia ke sungai.

 

“Kalau kami diberikan kewenangan atas dana itu untuk apa, saya akan prioritaskan untuk penanganan sanitasi. Misalnya membuat septic tank komunal,” ujar Setiyawan saat ditemui di kantornya.

 

Setiyawan juga menilai dana kelurahan bisa dialokasikan untuk perbaikan rumah warga dan tata ruang perumahan. Pasalnya, beberapa rumah warga yang ada di wilayahnya tidak layak huni.

 

Selain itu di beberapa titik, jarak antarrumah sangat dekat. Bahkan, sinar matahari saja sulit untuk menerangi jalan di sekitar perumahan warga di sana.

 

“Selain sanitasi penataan tata ruang karena banyak rumah yang terlalu rapat. Beberapa titik sangat sempit gangnya atapnya saling menyambung, jadi di situ gelap. Beberapa di RW 5, 6 dan 7. Ini kan enggak sehat,” kata Setiyawan.

 

Setiyawan mengatakan selama ini dana yang dialokasikan ke kelurahan Kampung Melayu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Jumlahnya mencapai sekitar Rp6 miliar.

 

Dari jumlah Rp6 miliar itu, kata dia, berbagai kebutuhan masyarakat telah terpenuhi termasuk untuk operasional RT, RW, kelurahan, dan pengelolaan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU).

 

Jika ditambah alokasi dana dari pemprov DKI dan kerjasama dengan berbagai dinas pemerintahan, kata Setiyawan, maka kebutuhan umum warga secara umum selama ini sudah terpenuhi.

 

“Saya rasa program normal sudah tercakup semua, posyandu sudah ada, pembinaan kerohanian sudah ada, karang taruna juga ada,” kata Setiyawan. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.