Sandi Enggan Komentari Penetapan Kasus Tersangka Ahmad Dhani

Sandi Enggan Komentari Penetapan Kasus Tersangka Ahmad Dhani

Kabar5.Com, Surabaya | Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno enggan mengomentari soal penetapan status tersangka kader Partai Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo, 22 Oktober 2018.

Sementara, Partai Gerindra enggan mencampuri lebih jauh kasus ujaran ‘idiot’ tersebut.

 

“Saya enggak ada komentar,” kata Sandi, saat ditanya soal kasus Dhani, di sela-sela kampanyenya di Surabaya, pada Minggu, 21 Oktober 2018 kemarin.

 

Senada, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur Soepriyatno mengatakan pihaknya kini masih memfokuskan langkah pemenangan dengan mengusung program program pembangunan ekonomi.

 

“Tim nasional dan daerah ingin fokus membangun ekonomi, sekarang ekonomi lagi sulit. Kita ingin bicara bagaimana kita menciptakan lapangan pekerjaan, membuat harga-harga sembako murah dan bagaimana orang tua mudah menyekolahkan anaknya,” kata Soepri, yang saat itu mendampingi Sandi.

 

“Saya kira itu nanti ada mekanismenya. Sebagai kader partai, [Dhani) tentunya kita bantu, tapi kita tidak mau mempolitisasi, kita tidak mau terjun dan masuk ke genderang orang lain, kita masuk ke genderang kami sendiri saja,” tutur Soepriyatno.

 

Sebelumnya, Polda Jawa Timur telah menetapkan musikus Ahmad Dhani sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik pada Kamis, 18 Oktober 2018 lalu. Dhani dianggap melanggar hukum sebab telah melontarkan kata ‘idiot’ dalam video yang diunggahnya di media sosial.

 

“Kami sudah memanggil beberapa ahli bahasa, ahli pidana, kemudian memeriksa saksi-saksi juga, sehingga kami telah menetapkan yang bersangkutan (Ahmad Dhani sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim, Ahmad Yani Surabaya, Kamis, 18 Oktober 2018 lalu.

 

Kasus ini bermula ketika Dhani dilaporkan oleh elemen ormas gabungan yang mengatasnamakan Koalisi Pembela NKRI ke Polda Jatim.

 

Dhani dianggap telah melecehkan sejumlah massa yang menolak kehadiran dirinya di Surabaya untuk melakukan deklarasi #2019GantiPresiden, beberapa waktu lalu, dan menyebut mereke ‘idiot’.

 

Dalam rangkaian kampanyenya di Surabaya, Sandiaga juga menyempatkan melahap sop buntut di Pusat Grosir Surabaya (PGS), Minggu siang, 21 Oktober 2018 kemarin. Usai makan, Cawapres Prabowo Subianto itu bahkan mengaku dirinya telah memakan Sop Buntut Dinosaurus.

 

“Ini makan sop buntut, tapi ini bukan kayak buntut sapi, gede banget, ini buntut raksasa, ini buntut dinosaurus kayaknya, gede banget,” selorohnya.

 

“Ini buntut sapi dari Jurassic Park, nih,” ia menambahkan, sambil mengutip judul film karya Steven Spielberg itu.

 

Selama melakukan kunjungan di PGS, Sandi mengaku memfokuskan kampanye dengan meninjau langsung sendi-sendi perkonomian di Surabaya.

 

“Kita lihat antusiasme, animo dari masyarakat, para pedagang, alhamdulillah kita ingin ekonomi kita lebih bergerak lagi,” kata dia.

 

Sandi mengklaim 60 persen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia kini didominasi oleh produk kuliner.

 

Sementara, kata dia, 97 persen lapangan kerja datang dari sektor UMKM. Jika perekonomian Indonesia ingin membaik, lanjut Sandi, maka UMKM harus menjadi fokus.

 

“Prabowo – Sandi fokus untuk mendorong UMKM dan ekonomi kecil, dan ekonomi kerakyatan, sehingga nanti tumbuh lapangan pekerjaan dan tumbuh daya beli masyarakat karena penghasilan mereka juga meningkat,” ujar dia. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.