Seorang Petani Tewas Tertabrak KA Serayu

Seorang Petani Tewas Tertabrak KA Serayu

Kabar5.Com, Purworejo | Seorang petani, Martareja 70, tewas tertabrak kereta api (KA) Serayu Purwokerto-Kiaracondong-Pasar Senen. Peristiwa ini terjadi di KM 352+8 antara stasiun Purwokerto-Notog pagi tadi, 14 September 2018.

“Karena new track, KA Logawa dan Serayu terlambat 30-40 menit karena kecepatan dibatasi 20 kilometer per jam. Untuk kejadian ini, korban tertemper KA Serayu, pagi jurusan Purwokerto-Kiaracondong-Pasar Senen,” ujar Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto.

 

“Doble track hari ini memang uji coba mulai dini hari tadi, pengalihan ke new track. Ini masih kewenangan Balai Perkeretaapian, tugas KAI hanya mengawasi saja,” imbuhnya.

 

Untuk ujicoba double track dilakukan dengan menjalankan KA lokomotif tanpa rangkaian, setelah itu dilanjutkan dengan KA pertama yang melintas yakni KA Logawa sekitar pukul 06.20 WIB aman melewati new track, dilanjutkan dengan KA Serayu Pagi pukul 07.30 WIB dengan kecepatan dibatasi hanya 20 kilometer per jam.

 

Terkait sosialisasi pada masyarakat yang berada disepanjang jalur double track, dirinya mengatakan jika sudah sering dilakukan oleh pihak KAI. Namun demikian untuk sosialisasi dalam rangka uji coba pengoperasionalan belum dilakukan.

 

“Kita lakukan sosialisasi di seluruh lintas, intens sebenarnya. Tapi untuk uji coba ke pengoperasionalan hari ini sebenarnya belum,” jelasnya.

 

Meskipun demikian pihaknya kembali mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintasi jalan kereta api. Karena secara undang-undang No 23 tahun 2007 telah diatur jika dilarang melintasi jalan kereta apalagi sampai menganggu perjalanan KA.

 

“Undang-undangnya jelas itu sangat berbahaya tidak boleh jalan di rel. Karena dini hari (mulai dilakukan uji coba), orang biasa melintas jadi pikiran mereka tidak ada kereta,” jelasnya.

 

Suasana duka sangat terasa saat jenazah Martareja tiba di rumahnya di RT 3 RW 7, Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Banyumas. Jaraknya dari lokasi kejadian sekitar 500 meter.

 

Seorang warga di lokasi kejadian, Krisdiantoro menilai sosialisasi terkait operasional double track masih kurang.

 

“Posisi di jalur baru (KA) mau ke sawah, kurang sosialisasi kalau jalur baru digunakan. Baru dipakai hari ini tadi pagi,” kata Krisdiantoro.

 

Menurut dia, biasanya kereta masih menggunakan jalur lama. Sehingga masyarakat yang belum mengetahui jika jalur doble track baru sudah digunakan masih sering berjalan di jalur tersebut untuk menuju sawah.

 

“Biasanya di jalur lama sebelah barat. tadinya tidak dilewati kereta. Tapi ini lagi ujicoba katanya. Belum ada informasi jalur baru digunakan,” ucapnya. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.