Sri Mulyani ke Pengusaha: Bantu Saya Jelaskan Soal Utang Pemerintah

Sri Mulyani ke Pengusaha: Bantu Saya Jelaskan Soal Utang Pemerintah

Kabar5.Com, Jakarta | Besaran utang pemerintah sempat menjadi perdebatan banyak pihak. Tak sedikit yang menilai bahwa utang pemerintah berada pada level yang mengkhawatirkan. Sebaliknya, Menteri Keuangan Sri Mulyani meyakinkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia sangat sehat. Hal tersebut dilihat dari defisit APBN yang semakin menurun dari tahun ke tahun.

“Dengan APBN kita yang defisitnya kecil inipun masih sempat di dalam berbagai diskusi politik, seolah-olah pemerintah dianggap utangnya banyak banget. Besar banget. Banyak yang menyebutkan bahwa kita harus mengurangi utang secara habis-habisan,” ungkap Sri Mulyani di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Jumat 14 September 2018 kemarin.

Sri Mulyani pun menegaskan utang atau pembiayaan bukan merupakan tujuan suatu negara. Menurutnya, utang adalah alat bagi pemerintah untuk mencapai banyak tujuan. Kondisi ini menurut Sri Mulyani sebenarnya sama dengan kondisi yang dihadapi oleh para pengusaha. Sri Mulyani memberi contoh, pengusaha memiliki tujuan seperti ekspansi bisnis, memperbesar market share atau meningkatkan profit. Untuk mencapai tujuan tersebut, para pengusaha memiliki pilihan pembiayaan yaitu bisa menggunakan kas pribadi ataupun utang.

“Sama seperti mengelola ekonomi Indonesia. Kalau bapak ibu sekalian balance sheet-nya korporat, kalau kami negara. Agak rumit dikit sih. Tapi sama prinsipnya. Ada neraca, ada rugi laba dan ada balance sheet-nya,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah pun memiliki banyak tujuan. Seperti menurunkan tingkat kemiskinan, mempersempit kesenjangan, menjaga pertumbuhan ekonomi hingga menciptakan kesempatan kerja. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, pemerintah menggunakan perpajakan dan utang sebagai alatnya.

Meski demikian, Sri Mulyani menilai bahwa masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh mengenai fungsi utang pemerintah. Untuk itu, Sri Mulyani pun meminta bantuan para pengusaha untuk bisa menjelaskan hal tersebut.

“Kalau saya berbicara di forum seperti ini tidak sulit. Karena saya baru ngomong satu kalimat, saya lihat semua mengangguk-angguk. Kalau forumnya berbeda, mungkin lebih sulit lagi. Kalau mahasiswa lain, politisi lain lagi. Saya mengharapkan para pengusaha kadang-kadang bantuinlah saya untuk menjelaskan. Kan bagus juga untuk itu, ya,” ujarnya. (Red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.