Tega! Seorang Ayah Pukul Dua Anak dan Istri dengan Palu

Tega! Seorang Ayah Pukul Dua Anak dan Istri dengan Palu
Ilustrasi

Kabar5.Com, Serang | Seorang ayah tega memukul dua anak kandungnya yakni, Marsela (8) dan April (5) memakai palu gara-gara sang ayah terganggu oleh suara anaknya saat sedang tidur. Tak cukup disitu, sang ayah pun memukul kepala istrinya Diah (35).

Ayah tersebut bernama Stanley (38) warga Perumahan Puri Anggrek, Blok F32 No 3 RT 20 RW 05, Kelurahan Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten.

Menurut keterangan warga, yang juga mantan Ketua RT 20 RW 5 Perumahan Puri Anggrek, Kiflan Harahaf, kejadian berawal saat pelaku sedang tidur siang terbangun oleh suara anak-anaknya, kesal pelaku langsung memukul kedua anaknya menggunakan palu.

Menurutnya, kejadian terjadi kurang lebih sekitar pukul 16:00 sore.

Warga tidak bisa berbuat apa-apa. Salah satu warga yang hendak melerai pun jadi korban,” ujarnya di lokasi kejadian, Senin, 18 September 2018.

Dikatannya, pelaku baru berhasil dihentikan setelah aparat kepolisian dari Polsek Walantaka datang.

“Pelaku digelandang Polisi sekitar pukul lima sore. Sedangkan anak dan istri yang menjadi korban langsung dibawa ke klinik yang berada di sekitar komplek. Sekarang mah udah dibawa ke RS Dr Drajat Prawiranegara,” tuturnya.

(Baca: Utang Rp.390 Ribu Sebabkan Stanley Pukul Anak dan Istri dengan Palu)

Sementara, salah satu tetangga depan rumah pelaku, Romy mengatakan, saat hendak melerai dirinya malah ikut diserang pelaku. Namun dirinya berhasil menghindar dan harus merelakan kaca mobil Yaris dengan nomor polisi A 1878 VB dan jendela rumah miliknya hancur karena hantaman palu.

“Dia ngejar ke sini (rumah), saya masuk ke rumah, terus mukul jendela rumah sambil teriak, terus mukul kaca mobil. Palunya masuk di dalem mobil, dia ambil palu lagi ke rumahnya,” tutur Romy.

Pihak RS Dr Drajat Prawiranegara, Bagian Informasi, Ubaidillah, membenarkan ada korban pemukulan palu tersebut.

Saat awak media hendak masuk ruang UGD, untuk melihat kondisi Korban, seorang Satpam bernama, Herdiyan melarang awak media masuk.

“Maaf Mas gak bisa masuk harus ada surat dari Direktur Rumah Sakit,” tandasnya. (Rizki)

 

Facebook Comments

Tags: ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.