Trump Ancam Akan Kirim Pasukan Militer Untuk Tutup Perbatasn Meksiko

Trump Ancam Akan Kirim Pasukan Militer Untuk Tutup Perbatasn Meksiko

Kabar5.Com, Amerika Serikat | Presiden Donald Trump mengancam akan mengirim pasukan militer untuk menutup perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko demi menghalau imigran gelap, 19 Oktober 2018.

“Saya harus meminta Meksiko untuk menghentikan serangan imigran ini, dan jika mereka tidak dapat melakukannya, saya akan memanggil militer AS dan menutup perbatasan selatan kami!” katanya.

 

Trump bahkan mengaku siap untuk mempertaruhkan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) yang baru dinegosiasikan ulang antara Meksiko, AS, dan Kanada.

 

“Serangan terhadap negara kami di perbatasan ini mencakup berbagai unsur pidana dan narkoba, sangat penting bagi saya sebagai presiden, dibandingkan dengan perdagangan atau USMCA,” kata dia.

 

Namun, setidaknya lima negara bagian AS menolak pengiriman pasukan di tengah protes atas kebijakan AS yang memisahkan anak-anak imigran dari orang tua mereka di perbatasan.

 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo memulai kunjungannya ke Meksiko pada Jumat, 19 Oktober 2018.

 

Pernyataan Trump ini adalah bagian dari upayanya untuk membendung gelombang imigran gelap ke negaranya.

 

Salah satu fokus terakhir Trump belakangan ini adalah ketika ratusan imigran gelap dari Honduras tiba di perbatasan Guatemala-Meksiko, bersiap untuk menerobos AS.

 

Beberapa imigran mengatakan bahwa mereka menunggu mobil yang akan menjemput untuk menyebrangi perbatasan secara massal.

 

Hal itu dilakukan dengan harapan untuk melumpuhkan otoritas imigrasi Meksiko yang akan menahan siapapun yang lewat tanpa dokumen lengkap.

 

Para imigran mengatakan bahwa mereka mengatur pergerakan melalui media sosial. AS mencurigai kelompok itu sengaja dibentuk untuk provokasi.

 

“Karavan itu tidak muncul secara tiba-tiba,” kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump kepada wartawan.

 

“Ada aspek politik dan aspek organisasi yang secara terang-terangan berusaha untuk membuat kekacauan dan perbedaan pendapat, hal itu perlu ditangani.”

 

Sementara itu, Meksiko sudah mengerahkan ratusan polisi anti huru-hara ke perbatasan engaranya dengan Guatemala.

 

Menanggapi hal itu, Trump berkata, “Terima kasih, Meksiko, kami berharap dapat bekerja sama dengan kalian.”

 

Duta Besar Meksiko untuk Guatemala, Luis Manuel Lopez Moreno, pun menemui para imigran yang berkemah di kota perbatasan Tecun Uman untuk mencegah mereka menyeberang secara ilegal.

 

“Kami menawarkan dokumen masuk bagi mereka yang memiliki paspor dan visa. Kepada mereka yang tidak memiliki, dokumen masuk bisa melalui aplikasi untuk status pengungsi dengan alasan kemanusiaan. Kami akan menangani setiap kasus,” katanya.

 

Menteri Luar Negeri Meksiko, Luis Videgaray, mengaku sudah bertemu dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres.

 

Gutteres mengatakan bahwa Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) akan membantu Meksiko memproses permohonan suaka bagi mereka yang menggunakan karavan. (Red0

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.