Ulama Dilaporkan Atas Dugaan Penistaan Agama dan Harga Diri Orang Papua

Ulama Dilaporkan Atas Dugaan Penistaan Agama dan Harga Diri Orang Papua

Kabar5.Com, Jayapura – Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan merupakan salah satu isu yang mudah digunakan untuk memecah belah masyarakatterlebih menjelang pelaksanaan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah 2018 dan Pemilihan Umum 2019 mendatang. Isu SARA banyak dimainkan actor intelektual untuk membuat kekacauan suatu wilayah. Akibatnya, pemerintahan setempat dianggap gagal melindungi warganya atas kekacauan tersebut.

Seperti yang terjadi di Papua, salah seorang ustadz berinisial FG harus berurusan dengan aparat Polda Papua. Ia dilaporkan Gerakan Pemuda Oikumene Papua ke Sentra Pelayan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Papua, Senin 26 Maret 2018. Laporan itu menyusul ceramah FG yang dinilai telah menistakan agama nasrani yang banyak dianut warga di sana. Selain itu, FG dirasa menghina harga diri warga Papua dalam ceramahnya yang beredar di media sosial.

“Kami datang ke Polda Papua untuk melaporkan seorang ustad yang telah melakukan penistaan agama. Juga melakukan penghinaan terhadap harga diri orang Papua atas ceramahnya yang beredar luas di internet,” kata Koordinator Gerakan Pemuda Oikumene, Pdt.John Baransano kepada wartawan di Jayapura.

Ia berharap, Polda Papua segera menangkap yang bersangkutan. Hal itu agar FG tidak semakin menyakiti umat agama lain dan lebih menghargai kebhinnekaan.

“Polda harus menangkap ustad tersebut guna mempertangungjawabkan apa yang telah Ia utarakan lewat media internet itu,” pungkasnya.(Richard Mayor)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.