Wah, 60 Persen Penghuni Lapas di Indonesia Kasus Narkoba

Wah, 60 Persen Penghuni Lapas di Indonesia Kasus Narkoba
Posted by:

Kabar5.Com, Yogyakarta | Penyalahguna narkoba di Indonesia cukup tinggi. Tak heran, jika sebagian besar penghuni Lembaga Pemasyarakat (Lapas) di negeri ini karena kasus narkoba.

“60 persen penghuni lapas didominasi kasus narkoba,” kata Direktur Jendral Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Widodo Ekatjahjana saat meninjau Lapas Klas II A Wirogunan Kota Yogyakarta , Rabu, 17 Mei 2017.

Terbanyak itu penyalahguna narkoba, jumlahnya cukup tinggi,” ujarnya menambahkan.

Saat ini, kata Widodo, proses revisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan (Narapidana) tengah memasuki proses akhir. Selanjutnya, akan segera disyahkan pemerintah melalui revisi perundang-undangan.

Peraturan baru itu akan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas lapas, yang menjadi maslah utama lapas di Indonesias.

Pada revisi PP No 99 tersebut nantinya para pengguna narkoba akan memperoleh kemudahan mendapat remisi.

“Jika sebelumnya pengguna narkoba hanya akan mendapat remisi jika menjadi justice collaborator, maka dengan adanya revisi ini, tanpa menjadi justice collaborator warga binaan pengguna narkoba akan mendapat remisi,” papar Widodo.

Pemberian remisi itu, jelasnya, hanya untuk pelaku penyalagunaan narkoba. Sementara bagi bandar, tetap tidak akan mendapat remisi dalam perundangan baru yang akan disahkan.

Adanya perubahan syarat remisi ini, diharapkan bisa mengurangi beban lapas yang banyak mengalami over kapasitas warga binaan. Persoalan over kapasitas jika dibiarkan akan menimbulkan masalah baru oleh pemerintah.

Meski demikian, pemberian remisi bagi penyalahgunaan narkoba tidak akan membatasi upaya pemerintah yang terus gencar melakukan pemberantasan terkait kasus narkoba. Pihaknya melihat penyalahguna narkoba merupakan korban sang bandar.

Kelapa Lapas Wirogunan, Suherman menyampaikan, warga binaan untuk kasus narkoba berada di Pakem, Sleman. Sementara warga binaan yang berada di Wirogunan terkait beragam kasus, kecuali narkoba.

“Kalau kasus narkoba ditempatkan di Lapas Pakem Sleman. Di sini tidak menampung warga binaan kasus narkoba,” katanya.

Dia juga menyampaikan daya tampung di Lapas ini mencapai 458 warga binaan. Saat ini, jumlah warga binaan mencapai 470 orang. “Kalau di sini tidak over kapasitas, masih longgar,” katanya. (red)

 

Facebook Comments

Tags: ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.