Walikota Serang Janji Berikan Sanksi Bila RY Terbukti Bersalah

Walikota Serang Janji Berikan Sanksi Bila RY Terbukti Bersalah
Posted by:

Kabar5.com, Serang | Akibat Ulah salah satu oknum pegawai Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Serang berinisial RY yang diduga telah melakukan jual beli proyek terhadap salah satu kontraktor berinisial IF membuat sejumlah kalangan merasa kecewa.

Seperti yang diutarakan, oleh pentolan Ikatan Mahasiswa Seluruh Indonesia (IMSI) Banten Muhtadi, menurutnya tidak selayaknya seorang yang bekerja pada satu kedinasan melakukan hal seperti itu.

“Hal itu tidak pantas dilakukan baik itu oleh pegawai negeri sipil (PNS) maupun oleh tenaga honorer sekalipun dengan alasan apapun,” katanya kepada kabar5.com saat ditemui di Sekertariat IMSI Banten, Kota Serang, Senin 12 Maret 2018 Malam.

Seyogyanya, hal-hal seperti ini tidak terjadi di kota yang memiliki semboyan Madani ini. “Kita minta walikota untuk bertindak tegas dalam menangani ini,” ujarnya.

Sementara itu, ditemui usai pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Serang, Walikota Serang, TB Haerul Jaman mengaku belum mengetahui adanya transaksi jual beli proyek yang melibatkan anak buahnya tersebut.

“Saya belum tau kalau memang betul kan itu oknum dan setau saya itu tidak ada, mungkin Iyah mungkin tidak,” katanya ditemui di salah satu hotel di Kota Serang, Senin 12 Maret 2018 Malam.

Dirinya juga mengatakan bahwa semua pelaku usaha berhak mengikuti lelang dan berpartisipasi membangun Kota Serang.

“Itu kan normatif mekanismenya ada, aturannya ada semua berhak mengikuti lelang dalam rangka berpartisipasi membangun Kota Serang,” ujarnya.

Dikatakan Jaman bila memang terbukti, pihaknya tidak segan akan memberikan sanksi kepada oknum tersebut. “Kalau terbukti akan kita berikan saksi. Saya belum tau buktinya seperti apa jangan dulu menuduh orang yah. Kita buktikan dulu,” ucapnya.

“Siapapun ASN di Kota Serang yang melanggar ketentuan akan diberikan sanksi sesuai dengan kesalahannya,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, RY meminta uang sebesar Rp. 15 juta sebagai pelicin atau mahar untuk mendapatkan kontrak paket pekerjaan. Hal itu mencuat ketika kontraktor IF meminta orang suruhannya Fahri, untuk menagih janji RY. Alasannya, hingga dua tahun lamanya paket pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah diterima IF. (Ali/Rizki/Red).

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.