YLBHI Dinilai Menghidupkan PKI Karena Menggelar Seminar “Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/66”

YLBHI Dinilai Menghidupkan PKI Karena Menggelar Seminar “Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/66”

Kabar5.Com, Jakarta | Kivlan Zen, jenderal purnawirawan TNI mengaku akan melaporkan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, atau YLBHI ke Kepolisian atas tudingan mereka kepadanya. 

Tokoh militer yang tersandung kasus makar beberapa waktu lalu ini membantah telah mendalangi aksi massa di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada Minggu malam, 17 September 2017.

Nanti saya laporkan. YLBHI tidak benar menuduh saya sebagai dalang, sebagai aktor. Saya tuntut dia,” kata Kivlan, saat dihubungi, Selasa 19 September 2017.

Menurut Kivlan, saat kericuhan massa di LBH Jakarta, dirinya tidak berada di lokasi. Sehingga tidak ada alasan untuk menyebutnya mendalangi aksi itu. Karena itu, ia juga mendesak untuk membubarkan lembaga yang didirikan oleh advokat senior Adnan Buyung Nasution tersebut.

Saya minta dibubarkan saja YLBHI, karena dia menghidupkan PKI (Partai Komunis Indonesia),” ujarnya.

Menurut Kivlan, YLBHI telah mendukung upaya kebangkitan PKI di Tanah Air. Hal itu dilihat dari diselenggarakannya diskusi sejarah tahun 1965/1966.

Membangkitkan lagi PKI, seminar yang menyalahkan pemerintah Indonesia Orde Baru dan kemudian meminta mencabut TAP MPRS. Itu kan, berarti melanggar UUD,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Minggu malam, terjadi kericuhan massa di LBH Jakarta. Ratusan orang tiba-tiba menggeruduk kantor lembaga ini dengan tudingan menyelenggarakan kegiatan yang beraroma PKI.

Sebanyak 37 orang pun diamankan akibat kejadian itu. Tak cuma itu, lima anggota polisi pun terluka akibat bentrok massa. (red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.